Jejak kebudayaan Hindu-Budha-Islam dalam budaya Indonesia memang sangat kental dan tidak bisa dipisahkan. Kehadiran agama-agama tersebut telah memberikan kontribusi yang besar dalam membentuk identitas budaya bangsa Indonesia.
Dalam konteks keberagaman budaya di Indonesia, jejak kebudayaan Hindu-Budha-Islam sudah terlihat sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara. Agama Hindu-Budha membawa pengaruh yang kuat dalam bidang arsitektur, seni, dan filsafat. Contohnya adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang merupakan warisan budaya dari masa kejayaan agama Hindu-Budha di Indonesia.
Menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat, seorang ahli antropologi Indonesia, jejak kebudayaan Hindu-Budha-Islam dalam budaya Indonesia memperkaya keberagaman budaya bangsa. Beliau menyatakan bahwa “agama-agama tersebut telah memberikan landasan yang kokoh bagi perkembangan budaya Indonesia yang majemuk.”
Pengaruh agama Islam juga sangat kuat dalam budaya Indonesia, terutama setelah kedatangan pedagang-pedagang Islam dari Timur Tengah pada abad ke-13. Jejak kebudayaan Islam terlihat dalam seni ukir, seni musik, dan juga dalam tradisi adat istiadat masyarakat Indonesia.
Pakar sejarah Prof. Dr. Slamet Muljana juga mengakui pentingnya jejak kebudayaan Hindu-Budha-Islam dalam budaya Indonesia. Beliau menegaskan bahwa “perpaduan antara ketiga agama tersebut telah membentuk ciri khas budaya Indonesia yang unik dan beragam.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jejak kebudayaan Hindu-Budha-Islam dalam budaya Indonesia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sejarah dan identitas bangsa Indonesia. Keberagaman budaya tersebut menjadi kekuatan utama dalam memperkaya dan memperkokoh jati diri bangsa Indonesia.